Tuesday, April 7, 2015

ISLAM TENTANG LINGKUNGAN HIDUP



    Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, telah menciptakan langit dan bumi tempat mengembara bagi makhluknya, terutama umat manusia yang berakal. Allah menguasai langit dengan kerdipan bintang gemintang yang selalu bersinar di tengah – tengah kegelapan malam menjadi pedoman bagi bagi sang nelayan menimba lautan ditengah lautan yang luas. Allah juga telah menciptakan bumi luas terbentang dari bart ke timur dipasak dengan gunung – gunung yang menjulang tinggi bagaikan tembok yang kokoh penahan topan dan badai. Gunung yang kelihatan hijau, lembut menyejukkan hati, samudera yang luas terhampar biru, menyimpan emas dan mutiara yang tiada ternilai harganya. Semua itu dijadikan Allah hanya untuk kebahagiaan bagi mahluknya yang berakal.
      Kalau kita mau mendengar dan memperhatikan alangkah indah dan menariknya seruan Allah kepada kita manusia, supaya kita jangan sampai membuat kerusakan di muka bumi ini, tidak sedikit ayat – ayat-Nya yang menyampaikan himbauan seperti itu. Kita yakin bahwa setiap larangan Allah apabila dilanggar oleh manusia maka, manusia itu sendiri yang akan menanggung akibatnya. Tapi sekiranya manusia mengikuti dan mentaati apa yang telah digariskan Allah, dunia ini akan aman. Manusia akan makmur. Pencemaran lingkungan tidak akan timbul, kerusakan hutan tidak akan terjadi, polusi udara tidak akan kita rasakan, marga satwa tidak akan akan menjadi langka hewan di laut tidak akan menderita dan binatang di darat akan tenang hidupnya. Pandanglah seekor kupu-kupu yang terbang dari satu kuntum ke kuntum yang lainnya, warna khasnya yang indah seolah-olah mengharapkan belas kasihan kita, mereka seolah – olah berkata " aduhai orang yang berkuasa, berikan hidup kepada kami yang lemah ini ". Sementara di pojok sana setangkai tumbuh-tumbuhan berseru " wahai manusia izinkanlah kami hidup di sampingmu, kami berjanji akan menolong kalian dengan semburan zat asam yang kamu butuhkan saat bernafas. Di sisi lain, ikan-ikan di laut berdemonstrasi jangan kalian bunuh kami dengan zat beracun, jangan cemarkan laut kita, berilah kesempatan hidup kepada kami untuk berkembang biak dan kami akan berjanji akan memberikan protein yang tinggi dan bermanfaat.
       Sekarang kita perhatikan, bagaimana akibat perbuatan manusia yang tidak mau menuruti ajaran agama dalam mempergunakan alam ini. Masih tersimpan dalam ingatan kita, bunyi dentuman bom atom pada perang dunia kedua, lebih kurang 15.000.000 (lima belas juta) nyawa melayang karena perbuatan manusia. Kemudian kita alihkan sejenak pandangan kita ke timur tengah, apakah yang terjadi di sana beberapa waktu yang lalu? Bom atom kembali meledak, rudal pun ikut berbicara, suara yang ditakuti oleh manusia telah memperlihatkan keampuhannya. Tetap kita yakin dan percaya senjata itu tidak akan menelan jiwa manusia kalau tidak digunakan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Tapi kalau emosi yang berkata dan nafsu yang menjadi kendali, ilmu manusia yang tinggi akan membawa bencana yang sangat fatal. Hal ini kita lihat dengan mata kepala kita sendiri, peperangan terjadi di berbagai negara, pertumpahan darah semakin banyak, udara tercemar alampun binasa. Manusia egois, berbuat tanpa berfikir. Hutan menjadi tandus, sungai menjadi kering, akibatnya erosi datang mengganas, banjirpun melanda bumi, tanah longsor datang silih berganti. Itulah yang diterangkan oleh Allah dalam surat Ar rum ayat 41 yang artinya :
" telah terjadi kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia "
       Untuk itu mari kita barengi ilmu pengetahuan dengan agama, sebab ilmu tanpa agama akab buta, dan agama tanpa ilmu pengetahuan akan lumpuh. Untaian hikmah ada yang mengatakan " religious without belive is empty " agama tanpa ilmu pengetahuan itu akan kosong. Hanya dengan menjalankan ajaran agama, kita akan mampu melestarikan lingkungan hidup, dan menatanya serapi mungkin. Pandanglah cakrawala yang luas Maha Agung ciptaan Allah, kita ciptakan keamanan, ketertiban dan keindahan di bumu yang tercinta ini dengan merealisasikan " kebersihan itu adalah sebagian dari iman ".
       Semboyan ini hendaknya janganlah hanya sebagai penghias bibir belaka atau sebagai spanduk yang tiada arti. Walaupun slogan setinggi gunung tapi kalau tidak dilakukan dan diamalkan.! Orang pintar pernah berkata " to call is easy to do is difficult ". Berkata itu mudah, membuktikannya yang sulit.
       Dari uraian di atas, maka dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa hanya dengan menjalankan ajaran agama kita maka kita akan mampu melestarikan lingkungan hidup. Sebab, ilmu yang dibarengi dengan agama tidak akan membuat orang lupa diri dan sudah barang tentu orang tidak akan mau membuat kerusakan dan kebinasaan di atas pemukaan bumi ini. Dengan demikian, kita bisa menikmati udara yang sejuk, lingkungan yang harmonis, kehidupan yang aman dan bahagia / Baldhatun Thayyibatun Warabbul Ghafur, masyarakat yang aman, makmur, bahagia dan sentosa yang diridhai oleh tuhan yang maha kuasa, akan kita rasakan bersama

No comments:

Post a Comment