Monday, February 23, 2015

Sejarah Islam Di Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pada masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia terdapat beberapa kerajaan di Indonesia yang bercorak hindu dan budha. Agama Islam saat masuk pertama kali di Indonesia, agama ini dipandang sebagai agama yang baik, karena Islam tidak mengenal kasta dan perbedaan golongan. Agama Islam dibawa pertama kali oleh pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat.
Agama Islam di Indonesia dapat berkembang secara pesat karena letak Indonesia yang strategis, dimana letak Indonesia sebagai jalur perdagangan. Banyaknya pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat yang singgah di Indonesia bahkan menetap membuat pedagang tersebut membuat perkampungan muslim atau pekojan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu para pedagang tersebut mulai menyebarkan Islam dengan melakukan akulturasi kebudayaan dengan penduduk setempat bahkan menikah dengan penduduk.

1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah untuk latar belakang tersebut adalah :
1.    Apa saja faktor-faktor Islam dapat diterima di Indonesia?
2.    Bagaimana proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia?
3.    Bagaiamana asal-asul Islam di Indonesia?
4.    Apa saja saluran penyebaran agama Islam ke Indonesia?

1.3. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
Memberikan wawasan kepada pembaca tentang proses dan masuknya Islam di Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Faktor Penyebab Islam Diterima di Indonesia
Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia, hal ini dikarenakan syarat masuk Islam hanya dapat dilakukan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat saja. Tidak hanya itu saja upacara peribadatan dalam Islam sangat sederhana tidak seperti agama hindu dan budha yang cenderung memerlukan banyak tenaga dan biaya. Agama Islam di Indonesia menyebar sesuai dengan tradisi yang ada di Indonesia. Dengan melakukan akulturasi, strategi perdagangan serta perkawinan, hal tersebut diterapkan di bidang kesenian serta memberikan pendidikan yang terkait dengan ajaran Islam.
2.2.  Proses Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia dijelaskan sebagai berikut :
a.    Islam masuk ke Indonesia abad ke-7
Dr. Hamka / Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), Zainal Arifin Abbas, Drs. Juned Pariduri dan berita dari Cina pada zaman Dinasti Tang. Dimana Dr. Hamka menjelaskan pada tahun 674M dimana Raja Tacheh (Arab) mengirimkan utusannya kepada Ratu Sima yang terkenal jujur dan adil. Selain itu, dijumpainya orang-orang Arab.
Pendapat Dr. Hamka juga senada dengan teori yang mengatakan bahwa Islam berasal dari Mekkah yang dikemukakan oleh Anthony H, Johns. Menurutnya, proses Islamisasi dilakukan oleh para musafir (kaum pengembara) yang dating ke Kepulauan Indonesia. Kaum ini biasanya mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya dengan motivasi hanya pengembangan agama Islam.
Selain itu, Zainal Arifin Abbas juga menjelaskan pada tahun 668M bahwa ada utusan orang Arab di Cina yang telah mempunyai pengikut agama Islam di Indonesia. Menurut, Drs. Juned Pariduri, pada tahun 670 M di Barus Tapanuli (Sumatera Utara) Islam mulai masuk. Adanya makam Syekh Mukaddin di Barus yang berangkat tahun Ha-min 48H / 670 M. Dan yang terakhir di abad ke-7 ini, adanya berita Cina zaman Dinasti Tang, dibuktikan bahwa di Kanton / Sumatera ada orang yang beragama Islam.
b.    Islam masuk ke Indonesia abad ke-11
Hal tersebut dibuktikan setelah ditemukan makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, pada tahun 1082 M. pendukung teori ini adalah Umar Amir Husen dan P.A.Hussein Jayadiningrat.
c.    Islam masuk ke Indonesia abad ke-13
Pendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 didukung oleh Snouck Hurgronje, J.P Moquette, dan R.A. Kern. Hal tersebut dibuktikan dengan catatan perjalanan Marcopolo, dimana beliau pernah singgah di Perlak tahun 1292 M dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut Islam,  ditemukannya makam raja Samudra Pasai, Sultan Malik Al-Saleh pada tahun 1297M.
d.   Islam masuk ke Indonesia abad ke-14 dan 15.
Berita dari Ma Huan pernah singgah di Gresik tahun 1416 M, dari sumber literature  Cina, Laksamana Cheng Ho mencatat terdapat kerajaan yang bercorak Islam atau kesultanan, antara lain Samudera Pasai dan Malaka yang tumbuh dan berkembang sejak abad ke-13 sampai abad ke-15.
Berita Tome Pires dalam Suma Oriental (1512-1515) yang memberikan gambaran mengenai keberadaan jalur pelayaran jaringan perdagangan, baik regional maupun internasional.
Semua teori di atas bukan mengada-ada tetapi mungkin bias saling melengkapi. Islamisasi di Kepulauan Indonesia merupakan hal yang kompleks dan hingga kini prosesnya masih terus berjalan. Pasai dan Malaka, adalah tempat dimana tongkat estafet Islamisasi dimulai. Pengaruh Pasai kemudian diwarisi Aceh Darussalam. Sedangkan Johor tidak pernah bias melupakan jasa dinasti Palembang yang pernah Berjaya dan meng-Islamkan Malaka. Demikian pulau Sulu dan Mangindanao akan selalu mengingat Johor sebagai pengirim Islam ke wilayahnya.
Sementara itu, Minangkabau akan selalu mengingat Malaka sebagai pengirim Islam dan tak   pernah melupakan Aceh sebagai peletak dasar tradisi surau di Ulakan. Sebaliknya Pahang akan selalu mengingat pendatang dari Minangkabau yang telah membawa Islam. Peranan para perantau dan pernyiar agama Islam dari Minangkabau juga selalu diingat dalam tradisi Luwu dan Gowa-Tallo.

2.3.  Asal-Usul Islam di Indonesia.
Berikut ini adalah asal-usul datangnya agama Islam di Indonesia :
1.      Islam datang dari Gujarat (India). Para pedagang Gujarat selain berdagang di Indonesia mereka juga menyebarkan agama Islam. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya unsur-unsur Islam di Indonesia mempunyai persamaan dengan unsur-unsur Islam di Gujarat (India) dan adanya bentuk batu nisan Malik Al-Saleh yang mempunyai ciri-ciri hampir sama dengan batu nisan di Gujarat (India). 
2.      Islam datang dari Arab. Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang-pedagang Arab. 
3.      Islam datang dari Persia. Agama Islam datang dari Persia ditandai dengan berkembangnya tasawuf di  Indonesia yang semula hanya berkembang di Persia. 

2.4.  Saluran Penyebaran Agama Islam ke Indonesia.
Berikut ini adalah saluran penyebaran agama Islam ke Indonesia :
a.       Perdagangan.
Perkembangan lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia yang ramai mulai abad ke-7 sampai dengan abad ke-16, antara Eropa, Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan Cina. Menurut Tome Pires, bertemunya para pedagang dari negeri Arab, Persia, Gujarat, dan Benggala dengan pedagang dari nusantara berpengaruh terhadap proses Islamisasi di Indonesia.
Para pedagang yang terbuka terhadap pengaruh asing mempelajari kebudayaan, ilmupengetahuan, dan agama Islam dari para pedagang Islam. Para pedagang Nusantara menjadi pemeluk Islam pertama dan menjadi pelaku utama aktivitas perdagangan di kawasan Nusantara. Dari para pedagang inilah agama Islam akhirnya menyebar ke kota-kota pelabuhan pesisir. Ketika Islam masuk melalui jalur perdagangan, pusat-pusat perdagangan dan pelayaran di sepanjang pantai di kuasai oleh raja-raja daerah, para bangsawan, dan penguasa lainnya.
b.      Perkawinan
Menurut Slamet Mulyana, kedudukan ekonomi dan sosial para pedagang yang sudah menetap semakin membaik. Para pedagang tersebut menjadi kaya dan terhormat, tetapi para keluarganya tidak dibawa serta. Para pedagang tersebut kemudian kemudian menikahi gadis setempat dengan syarat harus masuk Islam. Cara tersebut tidak mengalami kesulitan. Saluran Islamisasi lewat perkawinan ini lebih menguntungkan kembali jika para saudagar/ulama Islam berhasil menikahi anak raja/bangsawan. Kalau raja/adipati sudah masuk Islam, rakyatnya- pun akan mudah diajak untuk masuk agama Islam.
c.       Tasawuf
Tasawuf  adalah ajaran ketuhanan yang telah bercampur dengan mistik dan hal magis. Biasanya ahli tasawuf mahir dalam hal magis dan mempunyai kekuatan pengobatan. Kedatangan ahli tasawuf di Indonesia diperkirakan sejak abad ke-13, yaitu masa perkembangan dan penyebaran ahli tasawuf dari Persia dan India yang sudah beragama Islam.
d.      Pendidikan.
Perkembangan Islam yang cepat munculnya tokoh ulama atau mubalig yang menyebarkan agama Islam mendirikan pondok pesantren. Pondok pesantren tersebut merupakan tempat para pemuda dari semua kalangan masyarakat untuk menimba ilmu agama Islam. Muridnya (santri) tinggal di dalam pondok atau asrama dalam jangka waktu tertentu dan gurunya seorang ulama/kiai.
Jika santri tersebut sudah tamat belajarnya, mereka pulang ke daerah asal dengan tujuan agar mereka mengajarkan kembali ilmunya kepada masyarakat. Dengan cara tersebut Islam dapat berkembang memasuki daerah terpencil.
e.       Kesenian
Berkembangnya agama Islam melalui jalur kesenian seperti seni bangunan (masjid), seni pahat (ukir), seni tari, seni musik, dan seni sastra. Agama Islam juga tersebar melalui kesenian pewayangan. Cerita pewayangan tersebut telah dipoles dengan unsur Islam, dan orang yang terkenal pandai memainkan wayang tersebut adalah Sunan Kalijaga. Jika melalui seni sastra cara yang ditempuh dengan menyadurkan buku-buku tasawuf, hikayat, dan babad kedalam Bahasa melayu. Proses Islamisasi ini ada juga seperti Grebek Maulud (sekaten) di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon. Banyak juga masjid-masjid yang bercorakkan candi Hindu-Budha, seperti masjid Agung Demak.
  
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Faktor penyebab Islam diterima di Indonesia adalah syarat masuk Islam mudah, upacara peribadatan  sangat sederhana dan ajaran islam disebarkan sesuai dengan tradisi yang ada di Indonesia. 
2.      Proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia melalui para ulama, raja/sultan dan pedagang.
3.      Asal-usul agama Islam di Indonesia berasal dari negara Arab, Gujarat (India) dan Persia. 
4.      Saluran penyebaran agama Islam ke Indonesia adalah melalui perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan dan kesenian

3.2.  Saran dan Kritik
Demikian makalah ini saya buat. Penulis sadar akan banyaknya kekurangan dan jauh dari hal sempurna. Masih banyak kesalahan dari makalah ini. Penulis juga membutuhkan kritik dan saran agar bisa menjadikan motivasi bagi penulis agar kedepan bisa lebih baik lagi.


No comments:

Post a Comment